Ringkasan 48 Hukum Kekuasaan Bahasa Indonesia (THE 48 LAWS OF POWER) Oleh ROBERT GREENE Part 2
Ringkasan Hukum Kekuasaan
(THE 48 LAWS OF POWER)
ROBERT GREENE
HUKUM 22
MANFAATKAN TAKTIK MENYERAH, UBAH KELEMAHAN MENJADI KEKUASAAN
Saat Anda lebih lemah, jangan pernah berjuang demi kehormatan;
sebaliknya lebih baik Anda menyerah. Menyerah memberi Anda waktu untuk memulihkan diri, waktu untuk menyiksa dan mengesalkan penakluk Anda, waktu untuk menunggu kekuasaannya berkurang.
Jangan beri mereka kepuasan dengan berperang dan mengalahkan Anda menyerahlah terlebih dulu. Dengan memberikan pipi yang lain, Anda membuatnya berang dan gelisah. Jadikan penyerahan diri Anda sebagai sarana kekuasaan.
HUKUM 23
HIMPUN KEKUATAN ANDA
Hemat kekuatan dan energi Anda dengan menjaganya agar tetap terhimpun pada titik terkuat.
Anda memperoleh lebih banyak keuntungan dengan menemukan sebuah tambang yang kaya dan menggalinya lebih dalam dari pada berpindah-pindah dari satu tambang yang dangkal ke tambang dangkal lainnya, kualitas selalu mengalahkan kuantitas.
Saat mencari sumber-sumber kekuasaan untuk meninggikan Anda, temukanlah satu-satunya pendukung utama, sapi gemuk yang akan memberi Anda susu untuk jangka waktu lama.
HUKUM 24
BERPERANLAH SEBAGAI SEORANG PENGHUNI ISTANA YANG SEMPURNA
Seorang penghuni istana yang sempurna bertumbuh subur di dunia di mana segalanya berkisar seputar kekuasaan dan keterampilan politik. Ia
telah mengasai seni berbicara secara implisit, ia menyanjung, menyerah
kepada sauperior, dan memaksakan kekuasaan kepada orang lain dengan
cara yang paling implisit dan anggun.
Pelajarilah dan terapkan hukum-hukum seni menyanjung, maka tidak akan ada batasan yang bisa Anda capai untuk naik jabatan.
HUKUM 25
CIPTAKAN KEMBALI DIRI ANDA SENDIRI
Jangan terima peran-peran yang telah diberikan masyarakat kepada Anda.
Ciptakan diri Anda sendiri dengan memalsukan identitas baru, identitas
yang menuntut perhatian dan tidak pernah membuat orang lain bosan.
Jadilah master imej Anda sendiri alih-alih membiarkan orang lain
menentukannya bagi Anda.
Lakukan gerakl-gerik dan tindakan dramatis, maka kekuasaan Anda akan bertambah dan karakter Anda pasti terlihat lebih hebat dari pada sesungguhnya.
HUKUM 26
JAGALAH AGAR KEDUA TANGAN ANDA TETAP BERSIH
Anda harus terlihat seperti suri teladan kesopanan dan efisiensi,
kedua tangan Anda tidak pernah dikotori oleh kesalahan dan perbuatan
buruk.
Pertahankan penampilan tak tercela seperti itu dengan memanfaatkan orang lain sebagai kambing hitam dan memperalat mereka untuk menutupi keterlibatan Anda.
HUKUM 27
PERMAINKAN KEBUTUHAN ORANG LAIN UNTUK MEMPERCAYAI SESUATU UNTUK MENCIPTAKAN PENGIKUT SETIA
Manusia memiliki keinginan yang sangat besar untuk mempercayai
sesuatu. Jadilah fokus keinginan semacam itu dengan menawarkan mereka tujuan dan iman baru untuk diikuti.
Usahakan agar kata-kata Anda tetap samar, tetapi mengisarat janji; tekankan antusiasme alih-alih akal sehat dan cara berpikir yang jernih. Berikan ritual untk dilakukan oleh para pengikut baru Anda dan mintalah mereka melakukan pengorbanan demi Anda.
Tanpa adanya agama yang terorganisir dan tujuan yang besar, sistem kepercayaan baru Anda akan memberi Anda kekuasaan yang tak terhingga.
HUKUM 28
BERTINDAKLAH DENGAN BERANI
Jika Anda tidak yakin akan jalur suatu tindakan, jangan berusaha
melakukannya. Keraguan Anda akan mempengaruhi tindakan Anda.
Sifat penakut amatlah berbahaya, lebih baik terjun dalam suatu rencana
dengan berani. Kesalahan apa pun yang Anda lakukan dengan berani bisa diralat dengan mudah dengan keberanian yang lebih besar.
Semua orang mengagumi orang-orang yang berani, tidak ada seorang pun yang menghormati orang yang penakut.
HUKUM 29
BUATLAH RENCANA HINGGA TUNTAS
Akhir segala sesuatu amatlah penting. Buatlah rencana hingga tuntas
dengan mempertimbangkan segala kemungkinan, konsekuensi, rintangan, dan lika-liku keberuntungan yang mungkin memutarbalikkan keadaan sehingga malah orang lain yang dipuji atas kerja keras Anda.
Dengan membuat rencana hingga tuntas, Andaa tidak akan merasa kewalahan menghadapi situasi apa pun dan Anda pasti tahu kapan Anda harus berhenti. Bimbinglah keberuntungan dengan lembut dan bantulah tentukan masa depan Anda dengan berpikir jauh ke depan.
HUKUM 30
BERILAH KESAN BAHWA PRESTASI ANDA TAMPAKNYA
MUDAH SEKALI DICAPAI
Tindakan Anda harus tampak alami dan dilakukan dengan mudah.
Segenap kerja keras dan latihan yang Anda kerahkan, dan juga seuat trik lihai Anda, harus disembunyikan.
Saat Anda bertindak, tunjukkan kesan seolah tindakan itu mudah, seolah Anda bisa melakukan jauh lebih banyak tindakan lain. Hindarilah godaan untuk mengungkapkan betapa keras usaha Anda, tindakan itu hanya memancing banyak pertanyaan.
Jangan ajarkan trik Anda kepada siapa pun, kalau tidak trik-trik itu akan
dimanfaatkan untuk melawan Anda
HUKUM 31
KENDALIKAN PILIHAN-PILIHAN ANDA: SURUHLAH ORANG LAIN
BERMAIN DENGAN KARTU YANG ANDA BAGIKAN
Tipuan terbaik adalah tipuan yang sepertinya memberi pilihan kepada
orang lain: para korban Anda merasa bahwa mereka memegang kendali,
tetapi sesungguhnya mereka adalah boneka Anda.
Beri pilihan kepada orang lain yang akan menguntungkan Anda apa pun yang mereka pilih.
Paksa mereka menetapkan pilihan yang lebih baik dari dua pilihan yang
kurang baik, padahal kedua pilihan itu menguntungkan Anda. Mereka akan rugi apa pun pilihan yang mereka ambil.
HUKUM 32
BERMAINLAH SESUAI DENGAN FANTASI ORANG LAIN
Kebenaran seringkali dihindari karena kebenaran bersifat buruk dan
tidak menyenangkan. Jangan pernah cari kebenaran dan realita kecuali
Anda siap menghadapi amarah yang berasal dari kekecewaan.
Kehidupan ini amat keras dan menyusahkan sehingga orang-orang yang bisa menciptakan asmara atau fantasi ibarat oase di tengah gurun; semua orang pasti berbondong-bondong mengikuti mereka.
Ada kekuatan yang besar jika Anda menyadap fantasi massa.
HUKUM 33
KETAHUILAH KELEMAHAN SETIAP ORANG
Semua orang memiliki kelemahan, sebuah celah di dinding puri.
Kelemahan itu biasanya perasaan tidak aman, emosi atau kebutuhan yang tak terkendali; kebutuhan itu juga bisa berupa suatu kesenangan
rahasia yang kecil. Bagaimana juga, setelah ditemukan kelemahan itu
adalah sesuatu yang bisa Anda manfaatkan demi keuntungan Anda.
HUKUM 34
JADILAH SEORANG BANGSAWAN DENGAN CARA ANDA SENDIRI
BERSIKAPLAH BAK SEORANG RAJA AGAR DIPERLAKUKAN SEPERTI SEORANG RAJA
Cara Anda membawa diri seringkali menentukan bagaimana Anda
diperlakukan: sesungguhnya, tampak vulgar atau biasa-biasa saja akan
membuat orang lain tidak menghormati Anda, karena seorang raja
menghormati dirinya sendiri dan mengilhami perasaan yang sama dalam diri orang lain.
Dengan bersikap agung dan percaya pada kekuasaan Anda, Anda membuat diri Anda tampak ditakdirkan berkuasa.
HUKUM 35
KUASAILAH SENI MEMILIH WAKTU YANG TEPAT
Jangan pernah terlihat seolah Anda sedang terburu-buru ketergesaan
mengungkapkan kurangnya kendali terhadap diri Anda sendiri dan
terhadap waktu.
Senantiasalah tampak sabar, seolah Anda tahu bahwa
pada akhirnya segalanya akan Anda miliki.
Jadilah seorang detektif pada saat yang tepat; ketahuilah jiwa zaman itu, trend-trend yang membawa Anda menuju tampuk kekuasaan.
Belajarlah mundur jika saatnya belum tepat dan belajarlah menyerang dengan ganas jika saatnya sudah tepat.
HUKUM 36
SEPELEKAN HAL-HAL TAK BISA ANDA MILIKI: MENGABAIKAN
MEREKA ADALAH PEMBALASAN DENDAM TERBAIK
Dengan mengakui bahwa suatu masalah itu sepele, Anda memberinya
eksistensi dan kredibilitas. Semakin besar perhatian yang Anda berikan
kepada seorang musuh, Anda membuatnya tampak semakin kuat dan satu kesalahan kecil seringkali terlihat semakin buruk dan semakin mencolok saat Anda mencoba memperbaikinya. Kadang jalan terbaik bagi Anda adalah dengan mengabaikan segalanya.
Jika ada sesuatu yang Anda inginkan namun tak bisa Anda miliki, tunjukkanlah perasaan jijik terhadapnya. Semakin sedikit minat yang Anda tunjukkan, maka Anda akan tampak semakin superior.
HUKUM 37
CIPTAKAN TONTONAN YANG MEMIKAT
Gambaran yang mencolok dan gerak-gerik simbolis yang hebat menciptkan aura kekuasaan semua orang pasti meresponsnya.
Karena itu gelarlah pertunjukkan bagi orang-orang di sekeliling Anda yang sarat visualisasi yang menarik dan simbol-simbol mencolok yang menegaskan keberadaan Anda. Saat mereka terpesona oleh tontonan Anda, tidak ada seorang pun yang akan menyadari apa yang sesungguhnya sedang Anda lakukan.
HUKUM 38
BERPIKIRLAH SESUKA ANDA, TETAPI BERSIKAPLAH
SEPERTI ORANG LAIN
Jika Anda sengaja menunjukkan pendapat Anda yang bertentangan dengan zaman, memaparkan gagasan Anda yang tidak konvensional dan cara Anda yang tidak ortodoks, orang lain pasti berpikir bahwa Anda hanya menginginkan perhatian dan bahwa Anda meremehkan mereka. Mereka akan menemukan cara untuk menghukum Anda karena Anda telah membuat mereka merasa inferior.
Jauh lebih aman bagi Anda untuk berbaur dan memelihara hubungan dengan orang biasa. Bagikan ide-ide orisinil kalian hanya kepada teman-teman yang toleran dan orang-orang yang pasti menghargai keunikan Anda.
HUKUM 39
ADUK-ADUK AIR UNTUK MENANGKAP IKAN
Amarah dan emosi memang kontra-produktif. Anda harus selalu tetap
tenang dan objektif. Tetapi jika Anda bisa membuat musuh-musuh Anda
marah sementara Anda sendiri tetap tenang dan Anda bisa memperoleh
keuntungan yang pasti.
Buatlah musuh Anda terkejut, Temukan celah dalam kesombongan mereka yang bisa Anda pergunakan untuk membuat kereka bingung dan untuk mengendalikan mereka.
HUKUM 40
BENCILAH SEGALA HAL YANG DIPEROLEH DENGAN CUMA-CUMA
Sesuatu yang ditawarkan secara Cuma-Cuma itu berbahaya biasanya hal itu melibatkan entah suatu trik atau kewajiban tersembunyi.
Sesuatu yang bernilai patut dibayar. Dengan membayar, Anda menghindari ucapan syukur, rasa bersalah, dan tipuan. Seringkali juga bijak jika Anda membayar harga total barang itu keunggulan tidak bisa diperoleh dengan penghormatan. Bersikaplah royal dengan uang Anda dan jagalah agar uang Anda tetap tersebar, karena kemurahan hati adalah pertanda dan magnet kekuasaan.
HUKUM 41
HINDARILAH MENGAMBIL ALIH POSISI SESEORANG YANG HEBAT
Apa yang pertama trjadi selalu tampak lebih baik dan lebih orisinil
dari pada yang muncul setelah itu.
Jika Anda menggantikan seseorang yang hebat atau memiliki orangta yang terkenal, Anda harus mencapai prestasi dua kali lipat dari prestasi mereka agar Anda bisa dianggap lebih baik dari mereka. Jangat tersesat akibat bayang-bayang mereka atau terjebak di masa lalu yang tidak Anda ciptakan sendiri, ciptakan ketenaran dan identitas Anda sendiri dengan mengubah jalur sejarah.
Bantai sosok aya yang suka memaksa, hina warisannya, dan raihlah
kekuasaan dengan bersinar dengan cara Anda sendiri.
HUKUM 42
SERANG SI GEMBALA, MAKA DOMBA-DOMBANYA PASTI BERHAMBURAN
Masalah seringkali bisa dilacak dan disebabkan oleh satu individu
tunggal yang kuat si pengacau, si bawahan yang arogan, si peracun
niat baik, jika Anda membiarkan orang-orang semacam itu beroperasi,
orang lain pasti menyerah kepada pengaruh mereka.
Jangan menunggu masalah yang mereka timbulkan menjadi berlipat ganda dan jangan coba bernogosiasi dengan mereka –mereka tak bisa diperbaiki.
Netralisir pengaruh mereka dengan mengisolasi atau menyingkirkan mereka. Seranglah sumber masalah itu maka domba-dombanya pasti berhamburan.
HUKUM 43
KENALILAH HATI DAN PIKIRAN ORANG LAIN
Paksaaan menciptakan reaksi yang akhirnya pasti merugikan Anda. Anda harus membujuk orang lain agar mau bergerak sesuai arah yang Anda inginkan.
Seseorang yang telah Anda bujuk akan menjadi bidak setia Anda. Dan cara untuk membujuk orang lain adalah dengan mengetahui kondisi kejiwaan dan kelemahan setiap individu itu.
Lunakkan perlawanan mereka dengan memancing emosi mereka, memanfaatkan sesuatu yang mereka anggap berharga dan perasaan takut mereka. Abaikan hati dan pikiran orang lain, maka mreka akan membenci Anda.
HUKUM 44
PERDAYA DAN PANCING AMARAH ORANG LAIN DENGAN EFEK CERMIN
Cermin melambangkan realita, tetapi juga merupakan alat yang sempurna untuk meipu. Saat Anda mencerminkan musuh-musuh Anda dengan melakukan tindakan yang persis sama seperti yang mereka lakukan, mereka tak bisa mengetahui strategi Anda.
Efek cermin mencemooh dan mempermalukan mereka, membuat mereka bereaksi berlebihan. Dengan mencerminkan kondisi kejiwaan mereka, Anda membujuk mereka denga ilusi bahwa Anda memegang nilai-nilai mereka; jangan mencerminkan tindakan mereka, Anda memberi mereka pelajaran. Hanya sedikit orang yang bisa melawan kekuatan efek cermin.
HUKUM 45
SAMPAIKAN CERAMAH TENTANG KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH, TETAPI JANGAN PERNAH LAKUKAN REFORMASI DALAM TERLALU BANYAK BIDANG KEHIDUPAN DALAM WAKTU SINGKAT
Semua orang memahami kebutuhan untuk berubah secara abstrak, tetapi hanya orang-orang biasa yang merupakan makhluk yang diciptakan oleh kebiasaan.
Terlalu banyak inovasi bersifat traumatis dan pasti mengakibatkan revolusi.
Jika Anda baru memegang tampuk kekuasaan atau Anda adalah orang asing yang sedang mencoba membangun basis kekuasaan, tunjukkanlah penghormatan terhadap cara-cara lama untuk melakukan banyak hal.
Jika perubahan perlu dilakukan, berilah kesan seolah perubahan itu merasa seperti perbaikan yang halus terhadap masa lalu.
HUKUM 46
JANGAN PERNAH TERLIHAT TERLALU SEMPURNA
Terlihat lebih baik dari orang lain selalu berbahaya, tetapi yang
paling berbahaya adalah tampak tidak memiliki kesalahan atau
kelemahan. Iri hati menciptakan musuh-musuh bisu.
Menunjukkan kelemahan sesekali dan mengakui berbagai kesalahan yang tidak berbahaya merupakan tindakan yang pintar agar Anda bisa menghindari iri hati dan tampak lebih manusiawi dan lebih mudah didekati. Hanya dewa dan orang mati yang bisa terlihat sempurna tanpa menanggung konsekuensi apa-pun.
HUKUM 47
JANGAN MELEBIHI SASARAN YANG TELAH ANDA TENTUKAN; DALAM HAL KEMENANGAN, BELAJARLAH UNTUK TAHU KAPAN ANDA HARUS BERHENTI
Momen kemenangan seringkali menjadi momen bahaya terbesar.
Di tengah tekanan kemenangan, keangkuhan dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi bisa mendorong Anda melewati tujuan yang telah Anda terapkan, dan dengan bertindak terlalu jauh, Anda bisa menciptakan lebih banyak musuh dari pada musuh yang Anda kalahkan.
Jangan biarkan kesuksesan Anda membuat Anda angkuh.
Tidak ada yang bisa menggantikan strategi yang baik dan rencana yang dibuat dengan hati-hati. Tetapkanlah satu tujuan, dan setelah Anda mencapainya, lalu berhentilah.
HUKUM 48
JADILAH SEPERTI UAP YANG BERBENTUK
Dengan memiliki bentuk atau rencana yang nyata, Anda rentan terhadap
serangan. Alih-alih menunjukkan rencana yang bisa difahami musuh Anda, usahakan agar diri Anda tetap beradaptasi dan bergerak.
Terimalah fakta bahwa Anda tidak ada apa pun yang pasti dan tidak ada hukum yang pasti.
Cara terbaik untuk melindungi diri Anda sendiri adalah menjadi fleksibel dan tidak berbentuk seperti air, jangan pernah Andalkan stabilitas atau keteraturan kekal. Segalanya pasti berubah.
Istana tentunya merupakan tempat kesopanan dan pembiakan ras yang
baik, jika tidak demikian, maka istana pasti menjadi tempat pembantaian dan kehancuran. Orang-orang yang sekarang tersenyum dan saling berpelukan akan saling menghina dan menusuk satu sama lain jika tidak ada tata krama.
Lord Chesterfield, 1694-1733
Tidak terlalu aneh jika domba tidak menyukai burung pemangsa, tetapi
hal ini bukanlah alasan untuk mendendam kepada burung-burung pemangsa yang mengikuti domba. Dan ketika domba-domba itu berbisik-bisik sendiri, mereka berkata;
“Burung-burung pemangsa itu kejam, dan bukankah hal itu memberi kita hak untuk mengatakan bahwa lawan seekor burung pemangsa pasti baik?”
tidak ada sesuatu yang secara intrinsik keliru tentang argumentasi semacam itu, meskipun para burung pemangsa akan terlihat agak bingung dan berkata;
“kami tidak dendam kepada domba-domba baik ini; sesungguhnya, kami menyukai mereka, tidak ada apa pun yang terasa lebih lezat daripada seekor domba yang empuk”
Friedrich Nietzsche, 1844-1900
Satu-satunya cara untuk mencapai tujuan anda adalah dengan jalan
kekerasan dan kelihaian. Mereka berkata bahwa kasih juga diperlukan, tetapi anda harus menunggu hari-hari baik untuk menunjukkan kasih anda, padahal kehidupan perlu dijalani setiap saa.
Johann Von Goethe, 1749-1832
Panah yang ditembak oleh si pemanah mungkin membunuh seseorang,
mungkin juga tidak. Tetapi tipu muslihat dirancang oleh seorang manusia bijak bahkan bisa membunuh janin-janin yang masih ada dalam
rahim
Kautilya, filsuf India, abad 3 SM
Aku merenungkan dengan cara apa, dengan tipuan apa, dengan berapa
banyak keragaman seni, dengan kerajinan apa seorang manusia
mempertajam kepintarannya untuk menipu orang lain, dan melalui variasi ini dunia menjadi lebih indah.
Francesco Vettori, rekan sezaman dan teman Machiavelli, Awal abad 16.
Tidak ada prinsip; hanya ada peristiwa. Tidak ada yang baik dan yang
jahat, hanya ada situasi. Manusia yang superior mendukung beragam
peristiwa dan situasi agar bisa membimbing mereka.
Jika ada prinsip dan hukum yang sudah pasti, maka banyak negara tidak akan mengubah hukum seperti cara kita berganti baju dan seorang manusia tak bisa diharapkan bersikap lebih bijak daripada satu negara.
HONORE DE BALZAC, 1799-1850
Manusia mana pun yang mencoba bersikap baik sepanjang waktu pasti
hancur di antara sejumlah besar manusia yang tidak terlalu baik.
Karena itu, seorang pangeran yang ingin mempertahankan otoritasnya
harus mempelajari cara menjadi orang yang tidak baik dan mempergunakan pengetahuan itu, sesuai kebutuhan.
Komentar
Posting Komentar